Selasa, 14 Oktober 2014

KEGIATAN PENYULUHAN BANK SAMPAH GRINGSING DJOYO

PENYULUHAN CARA KERJA BANK SAMPAH

  • Langkah Pertama menerangkan apa itu Bank sampah
Bank sampah adalah sarana kegiatan masyarakat untuk mau peduli mengelola sampah secara terkordinir dan teratur, dengan cara pemilahan sampah dari setiap rumah tangga terlebih dahulu. Masyarakat terutama Ibu-ibu yang sering berhubungan langsung dengan limbah sampah rumah tangga hendaknya sudah paham tentang pemilahan sampah antara sampah organik dan anorganik. Bank Sampah ini tempat untuk mengumpulkan sampah-sampah anorganik dari masyarakat sekitar... dengan tujuan sampah yang tadinya hanya dibuang saja sekarang bisa dimanfaatkan atau bisa memiliki nilai ekonomis sehingga bisa ditabung di bank sampah tersebut. Oleh sebab itu sangat penting penyuluhan tentang Bank Sampah bagi Masyarakat.














Foto Kegiatan penyuluhan Bank Sampah di Rt 02 Rw 05 Kel. Penambongan.


  • Langkah Kedua cara kerja Bank Sampah   
Setelah masyarakat sudah paham tentang pemilahan sampah, maka masyarakat perlu membentuk kepengurusan Bank Sampah untuk menunjang berjalannya kegiatan ini. Maka terbentuklah Kepengurusan Bank Sampah dengan nama Gringsing Djoyo, kepengurusan inilah yang nantinya bekerja mengambili sampah-sampah dari limbah rumah tangga untuk ditabung di bang sampah. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam kegiatan Bank Sampah ini, sehingga banyak juga masyarakat yang sadar untuk menyetorkan sampah atau barang-barang bekas ke Bank sampah tersebut. Masyarakat memasang Kapstok yang sudah dibagikan beserta kantong sampah pemilah di masing-masing rumah mereka untuk menampung sampah secara terpilah yaitu sampah plastik, ketas/kardus, dan logam.













Foto Kapstok dan Kantong sampak pemilah.


  • Langkah Ketiga membuat perubahan yang lebih baik.
Dengan berjalannya program Bang Sampah tersebut, akan tercipta masyarakat yang peduli kebersihan lingkungan, keindahan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Secara bertahap masyarakat yang tadinya kurang tanggap terhadap kebersihan menjadi lebih peka dan berpola pikir yang positif.


































Senin, 13 Oktober 2014

PENYELESAIAN BANGUNAN BANK SAMPAH

Bangunan bank sampah sudah dibuat dan siap beroperasi untuk tempat penyimpanan sementara sampah kering atau anorganik dari rumah-rumah warga.




















Kamis, 09 Oktober 2014

Pembangunan Gringsing Djoyo

Ini potret perubahan yang terjadi di lingkungan gringsing djoyo dalam segi pembenahan lingkungan menjadi lebih layak, bersih dan rapi, untuk kesejahteraan masyarakat khususnya area gringsing djoyo.

  •  Krapyak yang akan dirubah menjadi jembatan Gringsing Djoyo Soemarto.
  •  Lokasi yang akan di buat bangunan Bank Sampah.
  •  Penebangan pohon bambu dan penggalian tanah untuk pondasi dan cakar ayam jembatan.



  •  Proses penggalian Pondasi...

  •  Warga berkumpul untuk memulai pembuatan jembatan.

  •  Syukuran untuk keselamatan dan dimulainya proyek Gringsing Djoyo ( peletakan batu pertama )

  •  Penggalian tanah untuk talud sungai.






  •  Gotong royong pengecoran jembatan.


  • Jembatan mulai jadi.
Dengan di bangunnya Jembatan, Jalan Stapak, Talud Sungai, dan Bangunan Bank Sampah diharapkan terjadi perubahan dalam segala sektor baik fisik maupun sikis. Pola fikir masyarakat semakin maju dan gaya hidup semakin tertib dan selaras dengan kemajuan zaman.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Kawasan Gringsing Djoyo Doeloe







  • Foto Kawasan Bank Sampah Gringsing Djoyo dulu sembelum ada bank sampah,

Kawasan ini dulu adalah tanah pekarangan di pinggiran bantaran sungai Gringsing yang masih sangat kumuh, dan masih sangat rimbun dengan adanya pepohonan bambu yang masih lebat , pohon salak yang tidak terawat serta tanah becek dan lembab akibat banyaknya dedaunan pohon bambu dan sampah rumah tangga.
Foto ini sudah terlihat lebih rapi karena di ambil gambarnya sekitar tahun 2010an, karena sudah terlihat ada kolam ikan dan pohon salak dan semak belukar yang sudah di babat hingga bersih. Sebelumnya sekitar tahun 1990an atau sampai tahun 2000an kondisinya masih seperti yang saya jelaskan di atas.
Di kawasan ini ada sebuah jembatan yang terbuat dari bambu atau krapyak yang biasa disebut penduduk setempat. Tadinya diseberang sungai sana hanyalah area persawahan dan perkebunan , namun seiring berjalannya waktu ada satu penduduk yang membuat rumah di seberang sungai tersebut dan satu-satunya penghubung seberang sungai adalah sebuah krapyak tersebut. Krapyak tersebut ternyata sangat dibutuhkan masyarakat setempat untuk menyeberangi sungai apalagi kalau sedang banjir atau bila masa panen krapyak tersebut biasa di gunakan warga untuk mengangkut hasil panen sawah mereka ke pemukiman warga.
Tidak lama kemudian sawah - sawah diseberang sungai tersebut disulap menjadi kawasan perumahan, sehingga jalur penyeberangan di krapyak tersebut semakin ramai dipergunakan oleh warga. Banyak sekali orang berlalu lalang di krapyak tersebut, bahkan kendaraan seperti sepeda ontel, becak dan sepeda motor pun ikut menyeberangi sungai melewati krapyak ini. Karena semakin sering di lewati dan umur krapyak yang sudah lama menjadikan krapyak tersebut tidak mampu bertahan dan akhirnya rusak. Walau sering di perbaiki dan di ganti dengan yang baru namun krapyak tersebut cepat sekali rusak, sehingga membahayakan bagi pengguna krapyak tersebut.
Dengan melihat kondisi yang seperti itulah akhirnya tokoh masyarakat setempat beserta warga masyarakat, mempunyai keinginan atau gagasan untuk membuat sebuah jembatan yang permanen. Oleh sebab itulah sekarang di kawasan inilah sudah terbuat jembatan permanen untuk menghubungkan Gringsing Djoyo di Kelurahan Penambongan dengan wilayah Kelurahan Purbalingga Wetan.